Mulai mengetik untuk mencari berita...

Beranda / News / Update Gempa NTT: Korban Tembus 70 Jiwa, 400 Sekolah Rusak, Apple Ikut Turun Tangan

Update Gempa NTT: Korban Tembus 70 Jiwa, 400 Sekolah Rusak, Apple Ikut Turun Tangan

Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa (18/8/2026). ANTARA FOTO

Talknesia.ID - Lima hari setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores dan sekitarnya, dampaknya masih terus bertambah. Data korban jiwa naik, ribuan rumah dan ratusan sekolah tercatat rusak, sementara bantuan dari pemerintah hingga perusahaan teknologi global mulai mengalir ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 itu berpusat di wilayah Manggarai dan dirasakan hingga ke Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Kabupaten dan Kota Bima. Berikut rangkuman perkembangan terbaru per Rabu, 19 Agustus 2026.

Korban jiwa dan rumah rusak terus bertambah

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (18/8/2026), korban meninggal dunia akibat gempa ini tercatat mencapai 70 orang, sementara sekitar 40.040 warga masih berada di lokasi pengungsian.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11.925 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian rusak berat 5.516 unit, rusak sedang 1.916 unit, dan rusak ringan 4.493 unit. Kerusakan terparah berada di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Pemerintah telah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah. Untuk rumah rusak ringan, warga akan menerima Rp15 juta, sedangkan rusak sedang sebesar Rp30 juta. Adapun untuk rumah rusak berat, warga terdampak diberi dua opsi: menerima dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan untuk biaya sewa, atau tinggal sementara di hunian sementara (huntara) sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).

BNPB menekankan bahwa proses pendataan dan verifikasi kerusakan rumah masih terus berjalan, melibatkan pemerintah daerah dan BPBD, agar bantuan tepat sasaran dan terhindar dari data ganda.

400 sekolah rusak, DPR minta sekolah darurat segera dibuka

Dampak gempa juga meluas ke sektor pendidikan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan bahwa data terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pemerintah daerah mencatat sekitar 400 sekolah terdampak gempa, naik dari data awal Kemendikdasmen per 16 Agustus yang mencatat 253 sekolah rusak di berbagai jenjang.

Kerusakan paling parah, menurut data 253 sekolah tersebut, berada di Kabupaten Manggarai (104 sekolah), disusul Manggarai Timur (52), Nagekeo (44), Ende (39), Ngada (35), Sikka (27), dan Manggarai Barat (23). Angka ini masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang meluas hingga ke wilayah Bima, NTB.

Komisi X DPR mendorong beberapa langkah agar proses belajar mengajar tidak terhenti lama, di antaranya:

  • penyediaan sekolah darurat, baik dalam bentuk tenda maupun memanfaatkan sekolah lain yang tidak terdampak;
  • percepatan pencairan anggaran untuk perbaikan fasilitas sekolah;
  • penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp5 triliun yang telah disiagakan pemerintah;
  • asesmen psikologis dan dukungan trauma healing bagi siswa yang membutuhkan;
  • serta pembangunan kembali sekolah dengan standar konstruksi tahan gempa.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut menekankan bahwa pemulihan pendidikan tidak boleh berhenti pada perbaikan gedung semata. Menurutnya, dukungan psikososial, kelengkapan meja-kursi, hingga perangkat pembelajaran juga perlu menjadi bagian dari proses rehabilitasi.

Sebagai langkah awal, Kemendikdasmen telah mengirimkan 50 tenda ruang kelas darurat ke lokasi terdampak melalui dua klaster ekspedisi bantuan.

Apple ikut menyalurkan bantuan

Di tengah gelombang solidaritas dari masyarakat dan sejumlah figur publik yang telah lebih dulu membuka penggalangan dana, perusahaan teknologi global turut bergerak. CEO Apple, Tim Cook, mengumumkan lewat akun X pribadinya pada Rabu (19/8/2026) bahwa perusahaannya akan memberikan donasi untuk mendukung penanganan bencana di NTT.

Dalam unggahannya, Cook menyampaikan keprihatinan Apple terhadap masyarakat Indonesia yang terdampak gempa dan mengapresiasi para petugas penyelamat yang bekerja di lapangan. Namun, Apple belum merinci besaran dana yang akan disumbangkan maupun lembaga yang akan menyalurkannya.

Mengapa perkembangan ini penting diikuti

Data yang terus berubah dalam lima hari terakhir menunjukkan satu hal: dampak gempa NTT tidak berhenti pada hari kejadian. Jumlah rumah dan sekolah yang rusak justru cenderung bertambah seiring proses pendataan yang makin menyeluruh, termasuk ke wilayah NTB yang ikut terdampak.

Bagi masyarakat, ini berarti pemulihan bukan proses sekali jadi. Penyaluran bantuan rumah, pembukaan sekolah darurat, hingga donasi dari berbagai pihak perlu terus dikawal agar benar-benar sampai ke kelompok yang paling membutuhkan, terutama anak-anak yang pendidikannya sempat terhenti.

Sumber:
Kompas.com
detikBali
Bisnis.com
Tribunnews.com
Antara News
Kompas.com
Kompas.com

Sponsor

Banner Iklan

Bagikan Artikel Ini