Mulai mengetik untuk mencari berita...

Beranda / Life / Pesan Penting di Masa Informasi Gampang di Akses

Pesan Penting di Masa Informasi Gampang di Akses

Pesan Penting Di Masa Informasi Lebih Terbuka.

Talknesia.ID - Setiap hari kita menerima begitu banyak informasi.

Berita masuk melalui notifikasi. Video pendek muncul tanpa henti. Media sosial terus memperbarui linimasa.

Bahkan ketika kita tidak sedang mencari informasi, algoritma tetap memberikan sesuatu untuk dilihat.

Masalahnya, semakin banyak informasi yang kita konsumsi tidak selalu membuat kita semakin memahami dunia. Kadang justru sebaliknya.

Kita mengetahui banyak hal secara sekilas, tetapi hanya sedikit yang benar-benar kita pahami.

Ketika informasi menjadi terlalu banyak

Teknologi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Kita bisa belajar dari berbagai sumber, berkomunikasi dengan orang lain, mencari informasi kesehatan, mengikuti perkembangan dunia, hingga mendapatkan dukungan sosial.

Namun, hubungan teknologi dan kesehatan mental tidak sesederhana mengatakan bahwa teknologi itu baik atau buruk.

WHO mencatat bahwa hubungan antara penggunaan teknologi dan kesehatan mental anak muda dapat berlangsung dua arah. Penggunaan teknologi tertentu dapat memperburuk masalah kesehatan mental pada sebagian orang, sementara masalah kesehatan mental juga dapat mendorong seseorang menggunakan teknologi secara lebih intensif.

Karena itu, persoalannya bukan sekadar berapa lama seseorang memegang smartphone. Kita juga perlu bertanya: untuk apa kita menggunakannya?

Mengetahui bukan berarti memahami

Membaca judul berita berarti mengetahui sesuatu. Memahami konteksnya adalah hal yang berbeda.

Misalnya, kita mengetahui bahwa sebuah kebijakan pemerintah baru saja diumumkan. Tetapi memahami kebijakan tersebut berarti mengetahui:

  • mengapa kebijakan dibuat;
  • siapa yang terdampak;
  • apa manfaatnya;
  • apa risikonya;
  • dan apa yang mungkin terjadi berikutnya.

Di situlah informasi berubah menjadi wawasan.

Kita tidak harus meninggalkan internet

Tidak perlu melakukan perubahan ekstrem. Kita bisa mulai dengan hal sederhana:

  • Pilih berita yang memang penting.
  • Baca artikel sampai selesai.
  • Periksa sumbernya.
  • Jangan langsung membagikan informasi hanya karena judulnya menarik.
  • Sesekali beri ruang bagi pikiran untuk tidak menerima informasi baru.

Di tengah dunia yang semakin cepat, kemampuan untuk berhenti, membaca, dan berpikir justru menjadi semakin berharga.

Mungkin kita tidak kekurangan informasi. Kita hanya perlu belajar memilih informasi mana yang layak mendapatkan perhatian kita.


Sumber:
WHO — Addressing the digital determinants of youth mental health

Sponsor

Banner Iklan

Bagikan Artikel Ini