![]() |
| Ilustrasi. |
Saat pandemi COVID-19 melanda, banyak orang menemukan peluang baru dari rumah. Jualan online meledak. Siapa pun bisa jadi penjual, dan siapa pun bisa untung. Tapi sekarang, situasinya sangat berbeda. Banyak penjual mengeluh: “Dulu bisa dapet orderan tiap hari, sekarang seminggu pun belum tentu ada yang checkout.” Kenapa bisa seperti itu?
Jawabannya sederhana tapi dalam: karena kita sudah masuk ke era pasca-pandemi, di mana pola belanja masyarakat berubah total.
Dulu: Semua Orang Belanja Online
Platform seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop bahkan memberikan subsidi besar-besaran: gratis ongkir, cashback, dan promosi tanpa batas. Ini membuat konsumen loyal dan penjual menikmati masa keemasan.
Sekarang: Ekonomi Lesu, Konsumen Lebih Hati-Hati
Alih-alih checkout langsung, konsumen sekarang lebih suka “window shopping”. Mereka bandingkan harga dari banyak toko, cari review dulu, dan menunda pembelian hingga benar-benar perlu. Ini membuat konversi penjualan menurun drastis.
Kompetitor Semakin Banyak, Tapi Pembeli Tidak Bertambah
Ditambah lagi, platform marketplace kini mulai memberlakukan biaya komisi dan layanan tambahan yang menggerus margin penjual. Tidak ada lagi masa manis seperti dulu. Jika tidak punya strategi konten, promosi yang kuat, dan diferensiasi produk, sulit untuk bertahan.
Logistik Cepat, Tapi Ongkir Tidak Lagi Ditanggung
Hal ini menyebabkan banyak penjual mengandalkan strategi diskon dan bundling. Tapi ingat, strategi harga murah bukan solusi jangka panjang. Yang bertahan justru adalah mereka yang punya value lebih: kualitas, layanan, dan branding.
Fenomena Rojali: Ramai Order, Tapi Cuma Liat-Liat
Kalau kamu merasa “toko ramai tapi omzet sepi,” bisa jadi kamu sedang mengalami versi digital dari Rojali ini. Artinya, kamu perlu beradaptasi cepat dengan tren baru dan membenahi strategi jualan.
Kesimpulan: Jualan Online Hari Ini Butuh Lebih dari Sekadar Upload Produk
Mulai evaluasi kembali tokomu:
- Apakah fotomu menarik dan jelas?
- Apakah deskripsi produkmu meyakinkan?
- Apakah kamu aktif membalas chat?
- Apakah tokomu punya keunikan?
Sumber Bacaan:
