Talknesia.ID - Raksasa ritel asal Jerman, Lidl, resmi mengoperasikan truk listrik otonom tanpa kabin untuk memperlancar rantai pasok logistik harian. Kendaraan canggih ini bertugas mengangkut pasokan barang kebutuhan harian dari pusat distribusi Edermünde menuju toko terdekat di Jerman.
Truk otonom tersebut dipasok oleh perusahaan teknologi logistik asal Swedia, Einride. Operasional kendaraan ini mengantongi izin resmi dari Otoritas Transportasi Motor Federal Jerman (KBA) untuk beroperasi pada tingkat otomatisasi SAE Level 4, yakni berjalan penuh tanpa pengemudi maupun operator keselamatan di dalam kendaraan.
Izin dari KBA ini menjadi yang pertama di Jerman untuk jenis truk otonom tanpa kabin Level 4 yang diintegrasikan langsung ke dalam kegiatan logistik harian.
Kapasitas dan Skema Pengiriman Harian
Truk listrik otonom ini dirancang mampu memuat hingga 15 palet standar Eropa dan melayani hingga tiga kali perjalanan dalam sehari. Selama proyek uji coba berdurasi empat bulan tersebut, kendaraan ini difokuskan untuk mengangkut seluruh pasokan barang kering di rute yang telah ditentukan, dengan target total muatan mencapai lebih dari 3.000 palet.
Kepala Logistik Operasional Lidl Jerman, Thomas Dangelmayer, menyatakan bahwa proyek inovatif ini bertujuan untuk menguji keandalan teknologi baru secara bertahap dan aman di lingkungan operasional nyata.
Melalui uji coba ini, Lidl mengevaluasi bagaimana transportasi otonom dapat diintegrasikan secara efisien ke dalam jaringan logistik yang sudah berjalan.
Menjawab Tantangan Kelangkaan Pengemudi
Penggunaan truk nirawak ini juga ditujukan untuk menjaga kelancaran distribusi barang di tengah krisis tenaga kerja. Berdasarkan data International Road Transport Union (IRU), terdapat sekitar 502.000 posisi pengemudi truk yang tidak terisi di kawasan Eropa pada tahun 2025.
Selain itu, IRU memperkirakan sekitar 20 persen pengemudi truk yang ada di Eropa saat ini akan memasuki masa pensiun dalam lima tahun mendatang. Kondisi ini membuat sebagian besar penyedia jasa logistik terpaksa menolak kontrak baru akibat keterbatasan pengemudi.
Sistem Keamanan dan Regulasi di Jerman
Di bawah payung Undang-Undang Mengemudi Otonom yang berlaku di Jerman sejak Juli 2021, kendaraan Level 4 diizinkan melintas di jalan umum pada area operasional yang disetujui. Teknologi navigasi Einride mengombinasikan pemrosesan pembelajaran mesin dengan sistem pemeriksaan keselamatan independen, serta didukung deretan sensor seperti lidar, radar, dan kamera.
Meskipun tidak ada pengemudi di dalam kendaraan, regulasi Jerman tetap mewajibkan adanya pengawasan teknis oleh manusia dari jarak jauh. Pengawas ini memiliki kewenangan untuk mengambil alih atau menghentikan kendaraan jika sistem menghadapi situasi di luar batas kemampuannya.
Apabila terjadi kendala teknis, truk secara otomatis akan beralih ke mode risiko minimal dengan berhenti di lokasi paling aman dan mengaktifkan lampu hazard.
Setelah fase pengujian rute tunggal ini berhasil dievaluasi, Lidl berencana memperluas penerapan armada otonom dengan skema rute berganda (milkrun) di lokasi lain guna menghubungkan beberapa titik distribusi sekaligus.
Sumber: AINews